4.C. Memahami Bentuk Penyajian Fungsi

Pelajari konsep Korespondensi Satu-satu sebagai materi pengayaan Matematika Kelas 8 Kurikulum Merdeka. Temukan syarat mutlak kesetiaan ganda antarhimpunan, cara menentukan jumlah anggota yang sama, hingga rumus praktis menghitung banyaknya kemungkinan korespondensi satu-satu untuk persiapan ujian kamu.

1. Pengertian Korespondensi Satu-satu

Korespondensi satu-satu adalah fungsi khusus yang menghubungkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B, dan sebaliknya, setiap anggota himpunan B dihubungkan dengan tepat satu anggota himpunan A.

Singkatnya: Nggak ada yang jomblo dan nggak ada yang selingkuh di kedua pihak!

Syarat Utama:

Agar bisa terjadi korespondensi satu-satu, jumlah anggota himpunan A (\( n(A) \)) harus sama persis dengan jumlah anggota himpunan B (\( n(B) \)).
\[ n(A) = n(B) = n \]

2. Contoh di Kehidupan Nyata

Korespondensi satu-satu sering kita temuin lho, contohnya:

  • Himpunan 5 siswa dengan 5 nomor induk siswa (NIS).
  • Himpunan negara dengan himpunan ibu kotanya.
  • Himpunan kursi di bioskop dengan himpunan penonton (jika semua duduk sesuai nomor tiket).

3. Menghitung Banyaknya Korespondensi Satu-satu

Pas ujian, sering ditanya: “Ada berapa banyak cara memasangkan dua himpunan ini?”. Kita pakai rumus Faktorial (\( n! \)).

Rumus Faktorial:

\[ n! = n \times (n-1) \times (n-2) \times \dots \times 1 \]

Langkah Penentuan:

  1. Hitung jumlah anggota salah satu himpunan (misal \( n \)).
  2. Kalikan angka tersebut mundur sampai angka 1.
  3. Hasil kalinya adalah total kemungkinan pasangan.

4. Contoh Soal & Pembahasan

Soal: Jika \( A = \{a, b, c\} \) dan \( B = \{1, 2, 3\} \), berapakah banyak korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi?

Pembahasan:
1. Tentukan \( n \): Karena anggota A ada 3 dan B ada 3, maka \( n = 3 \).
2. Gunakan rumus faktorial: \( 3! \).
3. Hitung mundur: \( 3 \times 2 \times 1 = 6 \).
Hasil: Ada 6 cara yang mungkin untuk memasangkan mereka.

Cheat Sheet: Perbandingan Relasi, Fungsi, & Korespondensi

Ciri Relasi Fungsi Korespondensi 1-1
\( n(A) \) dan \( n(B) \) Boleh beda Boleh beda Wajib Sama
Anggota A Bebas Setia (1 pasangan) Setia (1 pasangan)
Anggota B Bebas Boleh jomblo/cabang Setia (1 pasangan)
Kesimpulan Temenan biasa A sudah komitmen Dua-duanya komitmen