7. MERAIH KETENANGAN JIWA DENGAN MEYAKINI QADA DAN QADAR

Sering merasa gagal padahal sudah usaha maksimal? Yuk, pahami konsep Qada dan Qadar di materi PAI Kelas IX agar hidup lebih tenang, optimis, dan terhindar dari rasa putus asa dalam menghadapi takdir Allah Swt.

Pengertian Qada dan Qadar dalam Kehidupan

Iman kepada Qada dan Qadar adalah rukun iman yang keenam. Secara sederhana, ini adalah tentang rencana besar Allah \( \text{(Qada)} \) dan bagaimana rencana itu terjadi di dunia nyata sesuai waktu yang ditentukan \( \text{(Qadar)} \).

Memahami Perbedaan Qada dan Qadar

Qada adalah ketetapan Allah sejak zaman azali (sebelum dunia diciptakan) tentang segala sesuatu. Sedangkan Qadar adalah perwujudan atau realita dari ketetapan tersebut yang kita rasakan sekarang.

Sumber: Q.S. al-Ahzab [33]: 38

وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ قَدَرًا مَّقْدُوْرًاۙ

Artinya: “Dan ketetapan Allah itu adalah suatu ketetapan yang pasti berlaku.”

Pembagian Takdir: Mubram dan Muallaq

Nggak semua takdir itu “harga mati” yang nggak bisa diapa-apain, mang. Ada dua jenis takdir yang perlu kita tahu:

Takdir Mubram

Ini adalah takdir yang mutlak dan nggak bisa diubah lewat usaha manusia. Contohnya: hari kelahiran kita, siapa orang tua kita, dan kapan ajal menjemput. Mau jungkir balik gimanapun, kalau sudah waktunya mati, ya mati.

Takdir Muallaq

Nah, kalau yang ini takdir yang erat kaitannya dengan usaha \( \text{(ikhtiar)} \) kita. Allah ngasih ruang buat kita mengubah nasib lewat kerja keras dan doa. Contohnya: kepintaran, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.

Sumber: Q.S. ar-Ra’d [13]: 11

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Sikap yang Benar terhadap Takdir

Biar kita jadi pribadi yang tangguh, ada tiga paket lengkap yang harus kita miliki dalam menghadapi takdir:

Ikhtiar (Berusaha Maksimal)

Kita nggak boleh malas dengan alasan “sudah takdir”. Tugas kita adalah berjuang sekuat tenaga seolah-olah semuanya tergantung pada usaha kita.

Doa (Memohon Pertolongan)

Doa adalah senjatanya orang mukmin. Kadang, apa yang mustahil secara logika bisa berubah lewat kekuatan doa yang tulus.

Tawakal (Berserah Diri)

Setelah usaha dan doa mentok, barulah kita serahkan hasilnya ke Allah. Kalau hasilnya bagus kita bersyukur, kalau belum sesuai kita sabar. Dengan tawakal, kita nggak bakal stres berat atau depresi.

Hikmah Iman kepada Qada dan Qadar

Orang yang percaya takdir itu biasanya lebih berani dan optimis. Hikmahnya antara lain: melatih kesabaran, menjauhkan diri dari sifat sombong kalau sukses, dan membuat hati selalu tenang karena percaya Allah punya rencana terbaik.