1.4. Kearifan Lokal.

Rangkuman materi mata pelajaran ips kelas 9 Bab 1 (Manusia dan perubahan) Topik 1.4 Kearifan Lokal

1. Bagaimana Kearifan Lokal Masyarakat Nusantara?

Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan lokal yang tercipta dari hasil adaptasi suatu masyarakat yang tinggal di suatu wilayah secara turun-temurun.

  • Fungsi Utama: Sebagai pedoman bagi masyarakat dalam bersikap dan bertindak, baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia maupun dengan alam lingkungan sekitarnya.
  • Karakteristik: Biasanya tidak tertulis secara formal, namun menyatu dalam adat istiadat, kepercayaan, dan budaya sehari-hari.

Contoh:

  • Subak di Bali: Sistem irigasi tradisional yang tidak hanya mengatur air untuk sawah, tetapi juga mengandung nilai religius dan gotong royong.
  • Nyabuk Gunung di Jawa Tengah: Cara bercocok tanam di lereng gunung dengan membuat terasering yang mengikuti garis kontur tanah untuk mencegah erosi.
  • Hutan Larangan di berbagai daerah: Aturan adat yang melarang penebangan pohon di area tertentu demi menjaga sumber air dan ekosistem.

2. Pelestarian Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi

Sub-bab ini menyoroti tantangan yang dihadapi budaya lokal saat berhadapan dengan budaya luar yang masuk dengan sangat cepat.

  • Tantangan: Masuknya gaya hidup Barat atau tren global sering kali membuat generasi muda menganggap kearifan lokal sebagai sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman.
  • Upaya Pelestarian:
    1. Filter Budaya: Menggunakan kearifan lokal sebagai penyaring agar kita tidak kehilangan jati diri bangsa saat menerima pengaruh asing.
    2. Adaptasi: Menggabungkan cara-cara modern dengan nilai lokal (glokalisasi).
    3. Contoh: Pemanfaatan media sosial atau teknologi digital untuk mempromosikan produk lokal seperti jamu tradisional atau batik agar lebih menarik bagi pasar internasional tanpa menghilangkan proses produksinya yang otentik.