Kuasai metode persilangan Monohibrid dan Dihibrid berdasarkan Hukum Mendel secara mendalam, lengkap dengan teknik pembuatan diagram Punnett, perhitungan rasio fenotipe dan genotipe, serta contoh soal latihan untuk menjamin nilai sempurna pada ujian IPA.
Hukum Mendel: Dasar Pewarisan Sifat
Persilangan ini didasari oleh penelitian Gregor Mendel. Ada dua hukum yang wajib kamu hafal di luar kepala:
- Hukum I Mendel (Segregasi): Pasangan alel akan memisah secara bebas pada saat pembentukan gamet. Ini dasar buat persilangan Monohibrid.
- Hukum II Mendel (Asortasi Bebas): Gen-gen dari sepasang alel akan berkelompok secara bebas dengan gen-gen dari sepasang alel lainnya. Ini dasar buat persilangan Dihibrid.
Persilangan Monohibrid (Satu Sifat Beda)
Di sini kita cuma fokus pada satu ciri saja, misalnya warna bunga. Ada dua kondisi yang sering muncul di soal ujian:
1. Monohibrid Dominan Penuh
Kondisi di mana sifat dominan (huruf besar) nutupin sifat resesif (huruf kecil) secara total.
Contoh Kasus: Bunga Mawar Merah \( (MM) \) disilangkan dengan Mawar Putih \( (mm) \). Merah dominan terhadap putih.
- Gamet: \( M \) dan \( m \).
- F1: Semua \( Mm \) (Fenotipe: Merah 100%).
- F2 (F1 x F1): \( Mm \times Mm \).
Langkah Perhitungan Rasio F2:
Gunakan papan catur:
\( \text{Rasio Genotipe} = MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1 \)
\( \text{Rasio Fenotipe} = \text{Merah} : \text{Putih} = 3 : 1 \)
2. Monohibrid Intermediet (Dominansi Tidak Sempurna)
Di sini nggak ada yang menang total. Sifatnya “campur”. Kalau Merah ketemu Putih, jadinya Pink (Merah Muda).
\( \text{Rasio Fenotipe F2} = \text{Merah} : \text{Merah Muda} : \text{Putih} = 1 : 2 : 1 \)
Persilangan Dihibrid (Dua Sifat Beda)
Ini tingkat lanjutnya. Kita lihat dua sifat sekaligus, misalnya bentuk biji (Bulat/Keriput) dan warna biji (Kuning/Hijau).
Langkah Penentuan Gamet Dihibrid
Ini bagian yang paling sering salah. Kalau genotipe induknya \( BbKk \), gametnya ada 4 macam. Gunakan metode “distribusi”:
1. \( B \) dengan \( K \rightarrow BK \)
2. \( B \) dengan \( k \rightarrow Bk \)
3. \( b \) dengan \( K \rightarrow bK \)
4. \( b \) dengan \( k \rightarrow bk \)
Rasio Fenotipe Dihibrid (Dominan Penuh)
Jika individu heterozigot ganda (\( BbKk \)) disilangkan sesamanya, rasio fenotipenya selalu membentuk pola:
\( 9 \text{ (Dominan 1, Dominan 2)} : 3 \text{ (Dominan 1, Resesif 2)} : 3 \text{ (Resesif 1, Dominan 2)} : 1 \text{ (Resesif 1, Resesif 2)} \)
Contoh Soal Latihan & Penyelesaian
Soal: Tanaman kacang polong Biji Bulat Kuning \( (BBKK) \) disilangkan dengan Biji Keriput Hijau \( (bbkk) \). Bulat dan Kuning adalah sifat dominan. Jika \( F_1 \) disilangkan sesamanya dan menghasilkan 160 keturunan, berapakah jumlah keturunan yang memiliki fenotipe Biji Bulat Hijau?
Langkah Penyelesaian:
1. Tentukan Rasio: Untuk dihibrid \( F_2 \), rasio fenotipenya adalah \( 9 : 3 : 3 : 1 \).
Urutannya: Bulat-Kuning (9), Bulat-Hijau (3), Keriput-Kuning (3), Keriput-Hijau (1).
2. Gunakan Rumus Peluang:
\( \text{Jumlah} = \frac{\text{Angka Rasio Sifat Tersebut}}{\text{Total Rasio}} \times \text{Total Keturunan} \)
3. Hitung:
\( \text{Bulat-Hijau} = \frac{3}{16} \times 160 \)
\( \text{Bulat-Hijau} = 3 \times 10 = 30 \, \text{tanaman} \)
Jawaban: Terdapat 30 tanaman Biji Bulat Hijau.
Trik Cepat Ujian:
Kalau soal nanya jumlah genotipe atau fenotipe di F2:
1. Jumlah Macam Gamet = \( 2^n \)
2. Jumlah Macam Fenotipe = \( 2^n \)
3. Jumlah Macam Genotipe = \( 3^n \)
4. Jumlah Kombinasi (Kotak Papan Catur) = \( (2^n)^2 \)
*n = jumlah pasangan gen yang heterozigot.