1.2. Homeostasis

Homeostasis berasal dari kata Yunani homoios (sama) dan stasis (tetap/diam). Dalam biologi, ini adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil meskipun lingkungan luar berubah-ubah.

1. Mengapa Homeostasis Penting?

Tubuh manusia hanya bisa berfungsi optimal pada kondisi tertentu (seperti suhu dan kadar gula tertentu). Jika kondisi ini berubah drastis dan tubuh gagal menyeimbangkannya, maka sel-sel tubuh bisa rusak, kita bisa jatuh sakit, bahkan berujung pada kematian. Homeostasis bekerja seperti sistem kendali otomatis dalam tubuh.

2. Pengaturan Suhu Tubuh (Termoregulasi)

Manusia adalah makhluk berdarah panas yang suhu tubuhnya harus dijaga sekitar 37°C.

  • Jika Suhu Terlalu Panas: Otak memberikan perintah agar pembuluh darah melebar (vasodilatasi) dan kelenjar keringat memproduksi keringat. Saat keringat menguap, suhu tubuh akan turun.
  • Jika Suhu Terlalu Dingin: Tubuh akan merespons dengan menggigil (kontraksi otot secara cepat untuk menghasilkan panas) dan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi) untuk menjaga panas agar tidak keluar.

3. Pengaturan Kadar Cairan Tubuh (Osmoregulasi)

Tubuh harus menjaga keseimbangan antara air dan garam mineral. Peran utama ada pada organ Ginjal.

  • Saat Kurang Air (Dehidrasi): Otak melepaskan hormon ADH (Antidiuretic Hormone) yang memerintahkan ginjal untuk menyerap kembali air ke dalam darah, sehingga urine yang keluar menjadi sedikit dan pekat (berwarna kuning tua).
  • Saat Kelebihan Air: Produksi ADH menurun, ginjal tidak banyak menyerap air, sehingga urine yang dihasilkan menjadi banyak dan jernih.

4. Pengaturan Kadar Gula Tubuh

Energi kita berasal dari glukosa (gula) dalam darah, namun kadarnya harus stabil dan diatur oleh hormon dari Pankreas.

  • Jika Gula Darah Naik (Setelah makan): Pankreas mengeluarkan hormon Insulin untuk mengubah glukosa menjadi glikogen (cadangan makanan) di hati dan otot.
  • Jika Gula Darah Turun (Saat lapar): Pankreas mengeluarkan hormon Glukagon untuk mengubah kembali glikogen menjadi glukosa agar bisa digunakan tubuh.