7.B. Pengaruh Pergerakan Bumi dan Benda Langit Lainnya terhadap Kehidupan di Bumi

Kupas tuntas perbedaan rotasi dan revolusi bumi, fase-fase bulan, hingga mekanisme terjadinya gerhana matahari dan bulan secara mendalam di sini!

1. Gerak Bumi

Bumi kita melakukan dua gerakan sekaligus secara bersamaan:

Rotasi Bumi

Rotasi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Waktu yang dibutuhkan adalah 24 jam (1 hari).

Dampaknya:

  • Terjadinya siang dan malam.
  • Gerak semu harian Matahari (Matahari seolah terbit di timur, tenggelam di barat).
  • Perbedaan waktu di berbagai belahan dunia.
  • Pembelokan arah arus laut dan angin.

Revolusi Bumi

Revolusi adalah pergerakan Bumi mengelilingi Matahari. Waktu yang dibutuhkan adalah 365,25 hari (1 tahun).

Dampaknya:

  • Pergantian musim (di daerah subtropis ada 4 musim, kita di tropis ada 2).
  • Perubahan lamanya siang dan malam.
  • Gerak semu tahunan Matahari.
  • Terlihatnya rasi bintang yang berbeda-beda setiap bulan.

2. Gerak Bulan

Bulan adalah satelit alami Bumi. Uniknya, waktu rotasi bulan sama dengan waktu revolusinya terhadap Bumi. Hal ini menyebabkan wajah bulan yang menghadap bumi selalu sama.

Fase-Fase Bulan

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri, dia cuma memantulkan cahaya Matahari. Karena Bulan bergerak mengelilingi Bumi, bagian yang kena cahaya jadi terlihat berubah-ubah:

  • Bulan Baru: Bulan di antara Bumi dan Matahari (sisi gelap menghadap kita).
  • Bulan Sabit: Hanya sebagian kecil yang terlihat.
  • Bulan Purnama: Seluruh bagian yang kena cahaya menghadap Bumi.

3. Gerhana

Gerhana terjadi kalau posisi Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis lurus.

A. Gerhana Matahari

Posisi: Matahari – Bulan – Bumi. Bayangan Bulan jatuh ke Bumi. Terjadi pada siang hari saat fase Bulan Baru.

B. Gerhana Bulan

Posisi: Matahari – Bumi – Bulan. Bulan masuk ke bayangan Bumi (Umbra/Penumbra). Terjadi pada malam hari saat fase Bulan Purnama.

Langkah Menganalisis Kalender

Manusia membuat kalender berdasarkan gerakan-gerakan ini:

  • Kalender Masehi (Syamsiah): Dibuat berdasarkan revolusi Bumi. Ada tahun Kabisat (Februari 29 hari) setiap 4 tahun sekali.
  • Kalender Hijriah (Komariah): Dibuat berdasarkan revolusi Bulan terhadap Bumi. Inilah kenapa tanggal hari raya Islam (seperti Lebaran) selalu maju setiap tahunnya di kalender Masehi.