5.C. Makhluk Hidup Beraneka Ragam

Pelajari bagian-bagian mikroskop, perbedaan sel hewan dan tumbuhan, hingga karakteristik unik dari Kingdom Monera sampai Animalia di sini!

1. Mikroskop: Jendela Dunia Mikro

Karena banyak makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil (mikroskopis), kita butuh alat bantu bernama mikroskop. Mikroskop cahaya memiliki dua lensa utama:

  • Lensa Okuler: Lensa yang dekat dengan mata pengamat.
  • Lensa Objektif: Lensa yang dekat dengan objek yang diamati.

Cara Menghitung Perbesaran:
Perbesaran Total = Perbesaran Lensa Okuler × Perbesaran Lensa Objektif.

2. Klasifikasi 5 Kingdom (Robert H. Whittaker)

Ilmuwan membagi seluruh makhluk hidup di bumi menjadi 5 kelompok besar berdasarkan kompleksitas sel dan cara makannya:

A. Kingdom Monera

Makhluk hidup yang paling sederhana. Ciri utamanya adalah Prokariotik (tidak punya membran inti sel).
Contoh: Bakteri dan Ganggang Biru (Cyanobacteria).

B. Kingdom Protista

Sudah punya membran inti (Eukariotik), tapi kebanyakan masih bersel satu. Ada yang mirip hewan (Protozoa), mirip tumbuhan (Alga), dan mirip jamur.
Contoh: Amoeba, Euglena, dan Paramecium.

C. Kingdom Fungi (Jamur)

Jamur bukan tumbuhan karena tidak punya klorofil (tidak bisa fotosintesis). Mereka bersifat saprofit (makan dari sisa makhluk hidup yang mati) atau parasit.
Contoh: Jamur kuping, jamur merang, dan ragi tape (Saccharomyces).

D. Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Eukariotik, bersel banyak (multiseluler), punya klorofil, dan dinding sel dari selulosa. Dibagi lagi menjadi:

  • Lumut (Bryophyta): Tidak punya pembuluh angkut.
  • Paku-pakuan (Pteridophyta): Punya pembuluh dan spora.
  • Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta): Berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tertutup (Angiospermae).

E. Kingdom Animalia (Hewan)

Tidak punya dinding sel dan tidak bisa bikin makanan sendiri (Heterotrof). Dibagi menjadi:

  • Avertebrata: Tidak bertulang belakang (contoh: cacing, serangga, ubur-ubur).
  • Vertebrata: Bertulang belakang (contoh: ikan, katak, reptil, burung, mamalia).

Langkah Pengamatan Mikroskop:

  1. Letakkan mikroskop di tempat datar yang terkena cahaya.
  2. Atur cermin agar cahaya masuk ke lubang meja preparat.
  3. Letakkan preparat (objek) di meja dan jepit.
  4. Gunakan makrometer (pemutar kasar) untuk mencari bayangan, lalu mikrometer (pemutar halus) untuk mempertajam gambar.