4.A. Gerak Benda

Pelajari fenomena bertambahnya ukuran zat akibat panas, prinsip kerja bimetal, hingga cara menghitung muai panjang benda secara mendalam di sini!

Apa itu Pemuaian?

Pemuaian adalah peristiwa bertambahnya ukuran suatu benda (panjang, luas, atau volume) karena benda tersebut menerima energi panas (suhu naik). Sebaliknya, jika benda didinginkan, ia akan mengalami Penyusutan.

Secara mikroskopis, saat benda panas, partikel-partikelnya bergetar lebih hebat dan saling menjauh, sehingga benda tersebut memuai atau melar.

Jenis-Jenis Pemuaian pada Zat Padat

Zat padat bisa mengalami tiga jenis pemuaian tergantung bentuk bendanya:

1. Pemuaian Panjang

Terjadi pada benda yang bentuknya panjang dan tipis (seperti kawat atau rel kereta). Fokus utamanya adalah pertambahan panjangnya saja.

Contoh: Rel kereta api dibuat bercelah agar saat siang hari yang panas, rel tidak melengkung ketika memuai.

2. Pemuaian Luas

Terjadi pada benda yang berbentuk lempengan atau plat. Fokusnya adalah pertambahan luas (panjang dan lebar).

Contoh: Pemasangan kaca jendela diberi ruang sisa (celah) pada bingkainya agar kaca tidak pecah saat memuai di siang hari.

3. Pemuaian Volume

Terjadi pada benda tiga dimensi (seperti bola atau kubus besi). Seluruh ruang benda tersebut bertambah besar.

Aplikasi Pemuaian: Keping Bimetal

Bimetal adalah dua keping logam yang berbeda jenis (punya koefisien muai berbeda) yang digabung menjadi satu. Ketika dipanaskan, bimetal akan melengkung ke arah logam yang koefisien muainya lebih kecil.

Fungsi: Digunakan sebagai saklar otomatis pada setrika listrik, termostat, dan alarm kebakaran.

Pemuaian pada Zat Cair dan Gas

  • Zat Cair: Hanya mengalami muai volume. Sifatnya unik, zat cair biasanya memuai lebih besar daripada zat padat.
  • Zat Gas: Memuai jauh lebih besar dan cepat daripada zat padat atau cair. Inilah kenapa ban kendaraan bisa meletus kalau diparkir di tempat panas terlalu lama.

Langkah Penyelesaian Hitungan (Muai Panjang)

Untuk menghitung pertambahan panjang benda, kita butuh nilai Koefisien Muai Panjang (\( \alpha \)), yaitu angka yang menunjukkan seberapa besar benda memuai tiap kenaikan suhu 1 derajat.

Rumus:

\( \Delta L = L_0 \cdot \alpha \cdot \Delta T \)

\( L_t = L_0 + \Delta L \)

Keterangan:

  • \( \Delta L \) = Pertambahan panjang (m atau cm)
  • \( L_0 \) = Panjang awal (m atau cm)
  • \( \alpha \) = Koefisien muai panjang (\( /^\circ C \))
  • \( \Delta T \) = Kenaikan suhu (\( T_{\text{akhir}} – T_{\text{awal}} \))
  • \( L_t \) = Panjang akhir (m atau cm)

Contoh Soal:

Sebuah batang aluminium panjangnya 100 cm pada suhu 30°C. Jika dipanaskan hingga 80°C, berapa panjang akhirnya? (Diketahui \( \alpha \) aluminium = \( 0,000024 /^\circ C \))

Penyelesaian:
1. Diketahui:
\( L_0 = 100 \text{ cm} \)
\( \alpha = 0,000024 /^\circ C \)
\( \Delta T = 80 – 30 = 50^\circ C \)

2. Cari Pertambahan Panjang (\( \Delta L \)):
\( \Delta L = 100 \cdot 0,000024 \cdot 50 \)
\( \Delta L = 100 \cdot 0,0012 \)
\( \Delta L = 0,12 \text{ cm} \)

3. Cari Panjang Akhir (\( L_t \)):
\( L_t = 100 + 0,12 = 100,12 \text{ cm} \)